PKM GT

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dengan berkurangnya lahan pertanian, petani Indonesia berupaya menanam tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satun tanaman yang nilai ekonomisnya tinggi adalah tanaman cabai, baik cabai rawit, cabai merah besar, cabai merah keriting maupun paprika. Masing-masing tanaman tersebut memiliki keistimewaan khusus sehingga selalu dicari masyarakat.

Pada saat musim panen raya buah cabai banyak ditemukan di pasaran dengan harga yang relative murah. Karena buah cabai termasuk bahan makanan yang mudah busuk, maka untuk mengawetkannya sering dibuat cabai kering dan saus cabai. Selain itu untuk mengawetkan dan meningkatkan nilai ekonomisnya, cabai biasa dibuat bentuk manisan.

Manisan merupakan salah satu bentuk pangan olahan yang dibuat dengan proses penggulaan dengan kadar gula yang tinggi. Dengan kadar gula yang tinggi, manisan dapat disimpan dalam jangka waktu yang relative lama.

Pembuatan manisan merupakan salah satu alternative untuk memperpanjang daya simpan pangan. Dengan demikian pembuatan manisan cabai dapat memperpanjang umur cabai, menyelamatkan panen dan menambah khasanah pengawetan cabai.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dirumuskan masalah sebagai berikut : “upaya apa yang dapat meningkatkan dilakukan untuk meningatkan nilai ekonomis dari cabai merah?”

C. Tujuan

Tujuan dalam pembuatan gagasan tulis ini yaitu untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomis dari cabai merah.

D. Manfaat

Manfaat dari pembuatan gagasan tulis ini yaitu memberikan solusi bagi produsen produk cabai untuk meningkatkan nilai ekonomis dari cabai merah dengan membuatnya menjadi bentuk manisan kering.

BAB II

TELAAH PUSTAKA

A. Tinjauan tentang manisan

Manisan adalah produk yang dibuat dari buah segar dengan penambahan gula dan dikeringkan dengan atau tanpa perlakuan pendahuluan. Manisan kering adalah manisan yang setelah direndam air gula pekat yang dikeringkan dibawah sinar matahari atau menggunakan oven pengering. Produk manisan merupakan usaha untuk menurunkan kandungan air, dengan demikian diharapkan dapat memperpanjang daya tahan simpan dengan menekan pertumbuhan mikroorganisme pencemar atau perusak.

1. Bahan manisan

Adapun bahan yang diperlukan dalam pembuatan manisan yaitu:

a. Bahan baku

Bahan baku merupakan bahan dasar yang menjadi unsur pokok dalam pembuatan manisan kering. Bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan manisan kering adalah buah-buahan atau tumbuh-tumbuhan dan gula pasir.

Prinsip dasar pembuatan manisan dari buah-buahan atau bagian tumbuh-tumbuhan yaitu sebagai berikut, buah melalui proses penggulaan baik secara perendaman maupun pelumuran dengan gula sehingga secara perlahan guola akan meresap, dengan demikian kadar gula dalam jaringan buah cukup tinggi sehingga dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.

Gula mutlak diperlukan untuk membuat manisan, gula berfungsi sebagai pemanis dan pengawet, konsentrasi gula tidak kurang dari 65%. Prinsip dasar pemakaian gula dalam pembuatan manisan buah adalah dalam bentuk larutan gula yang dibuat dengan mencampurkan gula pasir dengan air dalam kadar tertentu.

Penggunaan larutan garam bertujuan untuk mengurangi asam pada buah, mencegah terjadinya reaksi browning pada buah dan untuk membunuh bakteri tertentu. Pemakaian garam dapat digunakan cara perendaman dalam larutan garam, pemberian langsung kemudian diaduk atau dengan pelumuran.

b. Bahan tambahan

Bahan tambahan yang dikonsumsi sebaiknya mempunyai mutu yang dapat dipertanggungjawabkan, menyehatkan dan aman. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu bahan makanan digunakan bahan tambahan. Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan manisan adalah asam sitrat.

Asam sitrat dipakai sebagai bahan tambahan makanan yang dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan.

Tujuan penambahan bahan makanan ini adalah untuk memperbaiki dan mempertahankan keasaman makanan sehingga mempunyai rasa yang diinginkan atau meningkatkan kestablan makanan.

c. Bahan perendam

Kapur sirih diperlukan dalam pembuatan manisan terutama dalam proses perendaman. Jumlah kapur yang digunakan lebih kurang 2 sendok teh per liter air.

2. Alat yang digunakan dalam pembuatan manisan

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan manisan cukup sederhana, peralatan untuk membuat manisan terdiri dari :

a. Alat persiapan

· Alat ukur à Alat ukur digunakan untuk mengukur bahan-bahan yang akan dibuat manisan

· Baskom à merendam bahan kedalam larutan gula, untuk merendam bahan gula kedalam larutan garam dan untuk merendam bahan kedalam larutan kapur sirih.

· Pisau.

· Saringan à untuk meniriskan bahan.

b. Alat pengolahan

· Kompor à untuk memanaskan larutan gula.

· Panci àwadah larutan gula pada saat dipanaskan.

· Sendok kayu à mengaduk larutan gula pada saat dipanaskan.

· Tampah à tempat menjemur manisan.

c. Alat pengemas

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih oengemas adalah segi keamanan, kesesuaian dalam penggunaan, faktor ekonomi dan kepraktisan dalam penggunaan. Pengemasan yang cocok untuk produk manisan adalah kemasan kaleng, toples, kaca dan plastik.

3. Proses pembuatan manisan kering

Proses pembuatan manisan secara umum adalah sebagai berikut :

a. Pengupasan buah yang akan dijadikan manisan.

b. Perendaman

Setelah dikupas kulitnya, buah yang akan dijadkan manisan dapat direndam dalam larutan garam konsentrasi kurang dari 10% selama 1 jam sampai lebih dari 1 hari. Tujuan untuk mengurangi rasa pahit atau asam dari bahan baku manisan.

c. Pengirisan atau pembentukan

Pengrisan bertujuan untuk memperkecil bahan baku manisan sehingga mempercepat peresapan gula kedalam bahan baku manisan dan membuat bentuk buah agar lebih menarik.

d. Perendaman dalam larutan kapur

Tujuan perendaman dalam larutan kapur adalah untuk memperkuat tekstur bahan baku manisan. Selama perendaman terjadi reaksi antara kalsium dengan pektin yang terdapat pada dinding sel jaringan bahan. Lamanya perendaman dapat berlangsng selama beberapa jam sampai 12 jam.

e. Pembilasan

Wadah untuk melakukan pembilasan sebaiknya wadah yang berlubang-lubang seperti bakul atau saringan.

f. Pengeringan

Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan oven atau dijemur dibaeah sinar matahari. Selama pengeringan, manisan dapat ditaburi gula pasir beberapa kali sampai merata. Lama pengeringan berkisar 3-5 hari tergentung pada keadaan cuaca.

g. Pengemasan.

Bahan pengemasan untuk manisan umumnya adalah kaleng, plastik atau gelas. Penyimpanan manisan juga dapat dilakukan dengan menggunakan toples.

B. Tinjauan tentang cabai

Tanaman cabai mengandung gizi yang cukup tinggi, terutana vitamin A dan vitamin C. Kandungan minyak atsiri sangat tinggi khususnya yang menyebabkan rasa pedas yang disebut capsaicin.

Cabai merupakan salah satu tanaman yang bilai ekonomisnya cukup tinggi baik cabai rawit, cabai merah basar, cabai merah keriting maupun paprika yang masing-masing mempunyai keistimewaan.

Masalah yang dihadapi dalam budidaya tanaman cabai diantaranya adalah mutu cabai yang disebabkan oleh seleksi benih yang kurang baik dan teknik budidaya yang belum sempurna diterapkan.

Buah cabai sudah dapat dipanen setelah umur 90-100 hari dilapangan. Buah cabai dapat dipanen dua atau tiga kali seminggu. Tanaman cabai akan menghasilkan buah terus-menerus selama 6 bulan, khususnya cabai merah besar, cabai merah keriting dan paprika.

Cabai dapat disimpan segar sampai dua minggu pada suhu 70C-100C dan kelembaban udara 95%. Sebaliknya, pada suhu tinggi dan kelembaban yang rendah buah cabai akan cepat kehilangan lengas, sehingga menjadi lembek dan keriput.

Untuk penyimpanan jangka panjang dan menyelamatkan hasil panen yang berlebihan, maka untuk mengawetkannya sering dibuat cabai kering, cabai bubuk ataupu saus cabai. Selain itu, untuk memperpanjang daya simpan dan menambah nilai ekonomisnya cabai dapat dibuat sebagai manisan kering

C. Kemungkinan cabai merah digunakan sebagai bahan asar manisan

Cabai merah merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. dalam pembuatan manisan digunakan bahan baku cabai merah dengan tujuan untuk menyelamatkan hasil panen yang melimpah, agar cabai tidak mudah busuk, meningkatkan nilai ekonomis serta menambah khasanah dalam pengawetan cabai.

Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan manisan adalah buah cabai merah besar. Ciri-ciri dari buah cabai merah besar adalah bentuk buah pendek sampai panjang dengan bagian ujungnya tumpul dan bulat. Rasa buah kurang pedas, agak manis dan kulit relatif tebal.

Manisan cabai merupakan salah satu bentuk pangan olahan yang dibuat dengan proses penggulaan dengan kadar gula yang tinggi. pembuatan manisan cabai merupakan salah satu alternatif memperpanjang masa simpan pangan.

D. Proses Pembuatan Manisan Cabai

Menentukan komposisi bahan manisan cabai

Komposisi bahan yang diperlukan antara lain :

· Cabai merah 500 g

· Gula pasir 750 g

· Garam 5 g

· Kapur sirih 5 g

· Asam sitrat 5 g

Proses pembuatan

a. Tahap persiapan

· persiapan alat

menyiapkan peralatan yang akan digunakan dalam pembuatan manisan cabai merah yaitu : timbangan, wadah, saringan, panci, sendok kayu, psau dan tampah, dikondisikan dalam keadaan bersih dan kering.

· persiapan bahan

bahan yang perlu dipesiapkan adalah cabai merah besar, gula pasir, kapur sirih, garam dan asam sitrat. Sebelum tahap pengolahan, cabai merah terlebih dahulu dikeluarkan isinya, kemudian dicuci, ditiriskan dan ditimbang sesuai kebutuhan.

b. Tahap pelaksaan

Tahap pelaksanaan merupakan tahap dala proses pembuatan manisan melalui perendaman dalam larutan kapur sirih dan larutan gula.

Perendaman dalam larutan kapur (12 jam)

Pencucian (ditiriskan)

Ditaburi gula (tahap I 24 jam)

Cabai diletakkan pada wadah

Cabai ditiriskan

Larutan gula dipanaskan (±10 menit)

Kemudian didinginkan

Perendaman dalam larutan gula (tahap II 24 jam)

Cabai ditiriskan

Larutan gula dipanaskan ± 10 menit

(ditambahkan gula, garam dan asam sitrat)

Perendaman dalam larutan gula ( tahap III 24 jam)

Ditiriskan

c. Tahap penyelesaian

Pengeringan (dijemur di bawah sinar matahari ± 1 minggu) à Pengemasan

BAB III

METODE PENULISAN

A. Teknik Pengumpulan Data

Data diperoleh dari observasi dan studi pustaka dari berbagai literatur. Studi pustaka digunakan sebagai alat analisis data yang telah diperoleh di lapangan untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomis dari buah cabai merah.

B. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada penulisan gagasan tulis ini melalui tahap-tahap penulisan yang sistematis, komprehensif dan tersruktur. Adapun tahapan penulisan gagasan tulis ini adalah 1). Menentukan tema dan topik penulisan, 2). Merumuskan masalah dan tujuan, 3). Mengumpulkan sumber-sumber dan verifikasi data, 4). Interpretasi data, meliputi analisis dan sintesis, 5). Merumuskan alternatif pemecahan masalah, 6). Menarik simpulan dan merumuskan saran, 7). Menyusun gagasan tulis.

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Analisis

Berdasarkan telaah pustaka di atas maka dapat dianalisis bahwa permasalahan yang timbul adalah dalam budidaya tanaman diantaranya menurunnya mutu cabai yang disebabkan oleh seleksi benih yang kurang baik dan teknik budidaya yang belum sepenuhnya diterapkan.

Berkurangnya lahan pertanian, petani Indonesia berupaya menanam tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang salah satuny adalah tanaman cabai.

Pada saat musim panen raya buah cabai banyak ditemukan di pasaran dengan harga yang relative murah. Karena buah cabai termasuk bahan makanan yang mudah busuk, maka untuk mengawetkannya sering dibuat cabai kering dan saus cabai. Selain itu untuk mengawetkan dan meningkatkan nilai ekonomisnya, cabai biasa dibuat bentuk manisan.

B. Sintesis

Berdasarkan analisis permasalahan di atas maka diperlukan alternatif pemecahan masalah. Penulis memberikan gagasan kreatif untuk memecahkan masalah tersebut dengan upaya pemanfaatan cabai sebagai manisan kering untuk meningkatkan nilai ekonomis dari buah cabai merah. manisan merupakan salah satu alternative untuk memperpanjang daya simpan pangan. Dengan demikian pembuatan manisan cabai dapat memperpanjang umur cabai, menyelamatkan panen dan menambah khasanah pengawetan cabai.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian di atas makan dapat disimpulkan bahwa cabai merah merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. dalam pembuatan manisan digunakan bahan baku cabai merah dengan tujuan untuk menyelamatkan hasil panen yang melimpah, agar cabai tidak mudah busuk, meningkatkan nilai ekonomis serta menambah khasanah dalam pengawetan cabai.

B. Saran

Penulis menyarankan agar dalam pembuatan manisan cabai, pemberian gula sebaiknya sebanyak 150% untuk mencegah pertumbuhan bakteri, ragi dan kapang. Selain itu juga untuk mengurangi rasa pedas pada cabai.

DAFTAR PUSTAKA

Fachrudin, Lisdiana. 1998. Membuat Aneka Manisan. Yogyakarta:Kanisius

Poerwadarminta, W.J.S. 1986. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Soetanto, Edy. 1996. Manisan Buah-Buahan 1. Yogyakarta : Kanisius

Sunarnoyo, Hendro. 2003. Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta : Penebar Swadaya

________. 2003. Budidaya Cabe Merah. Bandung : Sinar Baru Algensindo

Sutresna, Nana. 2002. Kimia Untuk SMU kelas II. Bandung : Grafindo Media Pratama

Tjahjadi, Nur. 1991. Bertaman Cabai. Yogyakarta : Kanisius


2. DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : Kholifah

Tempat,Tanggal Lahir : Kudus, 30 Mei 1988

Alamat : Ds. Ploso, RT 03 RW 04

Kudus

Agama : Islam

Usia : 20 tahun

No. HP : 085641019050

Riwayat Pendidikan

SD : SD Negeri 2 Ploso

Lulus tahun : 2000

SMP : SMP N 1 Jati

Lulus tahun : 2003

SMA : SMA N 1 Bae

Lulus tahun : 2006

Karya ilmiah yang pernah dibuat :

· Pembuatan Sirup Terung Ungu Sebagai Alternatif Minuman Sehat Dan Peluang Usaha Baru

· Pembuatan sosis ikan teri sebagai alternatif jajanan sehat

Nama : Sri Endah

Tempat, Tanggal lahir : Pati, 2 Agustus 1988

Alamat : Desa Mulyoharjo RT. 03, RW.02 Kec.Pati Kab. Pati

Agama : Islam

Usia : 20 tahun

No. HP : 085225116499

Riwayat Pendidikan

SD : SD Negeri 01 Mulyoharjo

Lulus tahun : 2000

SMP : SMP N 7 Pati

Lulus tahun : 2003

SMA : SMA N 3 Pati

Lulus tahun : 2006

Karya ilmiah yang pernah di buat : Pembuatan sirup terung ungu sebagai alternatif minuman untuk kesehatan

Nama : Susiani Wulandari

Tempat, Tanggal lahir : Kudus, 20 juni1988

Alamat : Desa Temulus RT. 04, RW. 03

Agama : Islam

Usia : 20 tahun

No. HP : 085740065320

Riwayat Pendidikan

SD : SD Negeri 5 Temulus

Lulus tahun : 2000

SMP : SMP 2 Mejobo

Lulus tahun : 2003

SMA : SMA 1 Mejobo

Lulus tahun : 2006

Leave a comment

Filed under TUGAS

amdal

Jawablah pertanyaan berikut ini !

  1. Mengapa perlu diterapkan AMDAL ?

Untuk mnghindari kerusakan lingkungan oleh kegiatan manusia. Di negara yang sedang berkembang, termasuk Indonesia, tingkat kesejahteraan masih rendah. Karena itu pembangunan perlu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Akan tetapi pembangunan juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Contoh, pencemaran udara oleh kendaraan bermotor di kota-kota besar, pencamaran limbah industri makin banak diberitakan di daerah-daerah, dan kerusakan tata guna lahan dan tata guna air adalah contoh lain yang mengakibatkan erosi dan banjr yang meningkat. Dengan adanya dampak negatif tersebut, kita harus lebih waspada. Di satu pihak kita tidak boleh takut melakukan pembangunan, karena tanpa pembangunan kita pasti akan ambruk. Di lain pihak kita harus memperhitungkan dampak negatif dan berusaha untuk menekannya menjadi sekecil-kecilnya. Untuk menghindari hal tersebut pembangunan harus berwawasan lingkungan dan terlanjutkan untuk jangka panjang. Dengan usaha ini pembangunan akan dapat bermanfaat maksimal dan Analisis Dampak Lingkungan merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan ini.

Tujuan fundamental AMDAL adalah untuk internalisasi pertimbangan lingkungan dalam proses perencanaan, pembuatan program dan pengambilan keputusan (Caldwell, 1978). Buku pegangan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat menyatakan tujuan AMDAL adalah menjamin bahwa pertimbangan lingkungan telah diikutsertakan dalam perencanaan, rancang bangun (design), dan pelaksanaan proyek (US. AID, 1974)

  1. Mengapa dokumen AMDAL dibuat sebelum berlangsungnya suatu proyek/kegiatan?

Karena AMDAL merupakan alat untuk menyempurnakan perencanaan pembangunan. Dengan penyempurnaan ini diharapkan hasil pembangunan yang akan dicapai akan dapat lebihbaik,yaitu pembangunan yang berwawasan lingkungan dan terlanjutkan.

AMDAL juga dapat menghemat biaya yaitu dengan menghindari biaya yang mubazir karena proyek yang ternyata tidak layak dari segi lingkungan atau biaya tambahan untuk menanggulangi dampak negatif tertentu.

Dampak merupakan akibat dari suatu aktivitas atau kegiatan. Disini kegiatan yang akan direncanakan sudah diketahui, sehingga dapat diperkirakan dampak yang akan terjadi. Amdal dibuat sebelum berlangsungnya kegiatan adalah untuk melndungi lingkungan dari pembangnan yang tidak bijaksana. Dan juga untuk melindungi pembangunan dari dampak aktivitas lingkungan.

Di dalam undang-undang no. 4, 1982, pasal 6 tertera sebagai berikut : “setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan….”. disini pun jelas bahwa, AMDAL diperuntukkan bagi suatu rencana. Oleh karena itu menrut undang-undang tidaklah benar untuk menggnakan AMDAL bagi proyek yang telah selesai dan telah operasional.

  1. Apa beda antara Komisi Penilai AMDAL dengan Pemberi Ijin?

Tugas Komisi Penilai AMDAL adalah menilai Kerangka Acuan ANDAL (KA_ANDAL), Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL), Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).

  1. Apa beda AMDAL dengan ANDAL?

  1. Apakah setiap rencana proyek/kegiatan yang telah lolos dokumen AMDALnya pasti akan diberikan ijin usaha tetap? Jelaskan!

Tidak benar jika menganggap AMDAL adalah sat-satunya faktor penentu dalam pengambilan keputusan tentang suatu proyek/kegiatan. Yang benar adalah AMDAL merupakan masukan tambahan untuk pengambilan keputusan, disamping masukan dari teknik, ekonomi dan lain-lainnya. Misalnya, dapat saja terjadi laporan AMDAL menyataka bahwa suatu proyek diprakirakan akan mempunyai dampak negatif yang besar dan penting pada lingkungan. Namun pemerintah berdasarkan pertimbangan politik keamanan yang mendesak memaksakan untuk melaksanakan proyek tersebut. Yang penting untuk dilihat dalam hal ini adalah keputusan tersebut diambil dengan tidak mengabaikan aspek lingkungan, melainkan setelah mempertimbangkan dan memperhitungkannya. Dengan ini keputusan tersebut diambil dengan menyadari sepenuhnya akan kemungkinan terjadinya dampak lingkungan yang negatif. Maka pemerintah pun dapat melakukan persiapan untuk mengahadapinya, sehingga tidak akan dihadapkan pada suatu kejutan yang menyenangkan dan tidak tersangka-sangka sebelumnya. Dengan persiapan itu dampak negatif itu dapat diusahakan menjadui sekecil-kecilnya.

  1. Apakah semua jenis rencana proyek/kegiatan wajib dibuatkan dokumen AMDAL? Jelaskan !

Analisa Dampak Lingkungan lahir dengan tujuan untuk menghindari terjadinya kerusakan lingkungan oleh kegiatan manusia. Sebenarnya usaha manusia untuk megatasi kerusakan bukanlah hal baru, tetapi dengan meningkatnuya skala dan intensitas kegiatan manusia, usaha perlindungan itu tidak lagi memadahi. Skala dan intensitas dampak pun meningkat dan makin bersifat lintas sektoral. Analisa Dampak Lingkungan lahir sebagai sarana untuk mengatasi masalah tesebut.

Di dalam undang-undang no. 4, 1982, pasal 6 tertera sebagai berikut : “setiap rencana yang diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan….”.

Di dalam Peraturan Perundangan no. 29 tahun 1986 dinyatakan, semua proyek yang mungkin mempunyai dampak penting diharuskan malaksanakan telaah lingkungan yang hasilnya dituangkan ke dalam Penyajian Informasi Lingkungan (PIL). Berdasarkan PIL tersebut akan diambil keputusan apakah diperlukan AMDAL atau tidak untuk proyek tersebut.

  1. (a). Apa yang dimaksud dengan UKL dan UPL?

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) adalah upaya yang dilakukan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup oleh penanggung jawab dan atau kegiatan yang tidak wajib melakukan AMDAL (Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup).

Kegiatan yang tidak wajib menyusun AMDAL tetap harus melaksanakan upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan.

Kewajiban UKL-UPL diberlakukan bagi kegiatan yang tidak diwajibkan menyusun AMDAL dan dampak kegiatan mudah dikelola dengan teknologi yang tersedia.
UKL-UPL merupakan perangkat pengelolaan lingkungan hidup untuk pengambilan keputusan dan dasar untuk menerbitkan ijin melakukan usaha dan atau kegiatan.

Proses dan prosedur UKL-UPL tidak dilakukan seperti AMDAL tetapi dengan menggunakan formulir isian yang berisi :

  • Identitas pemrakarsa
  • Rencana Usaha dan/atau kegiatan
  • Dampak Lingkungan yang akan terjadi
  • Program pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup
  • Tanda tangan dan cap

Formulir Isian diajukan pemrakarsa kegiatan kepada :

  • Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Kabupaten/Kota untuk kegiatan yang berlokasi pada satu wilayah kabupaten/kota
  • Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Propinsi untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu Kabupaten/Kota
  • Instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian dampak lingkungan untuk kegiatan yang berlokasi lebih dari satu propinsi atau lintas batas negara
  • Apa kaitan AMDAL dengan dokumen/kajian lingkungan lainnya ?

AMDAL-UKL/UPL

Rencana kegiatan yang sudah ditetapkan wajib menyusun AMDAL tidak lagi diwajibkan menyusun UKL-UPL (lihat penapisan Keputusan Menteri LH 17/2001). UKL-UPL dikenakan bagi kegiatan yang telah diketahui teknologi dalam pengelolaan limbahnya.

(b). Mengapa diperlukan UKL dan UPL?

  1. TPA sampah open dumping ”Buang Sini” telah beroperasi sejak tahun 1980 saat AMDAL belum diterapkan di Indonesia. Padahal TPA sampah adalah salah satu jenis kegiatan yang menimbulkan dampak penting. Lantas tindakan apa yang hendaknya dilakukan?

Perlu ditekankan kiranya, AMDAL adalah sebagai alat dalam perencanaan harus mempunyai peranan dalam pengambilan keputusan tentang proyek yang sedang direncanakan. Artinya AMDAL tidak banyak artinya apabila dilakukan setelah diambil keptusan untuk melaksanakan proyek tesebut. Tindakan yang hendaknya dilakukan adalah tetap menggunakan AMDAL yaitu dengan mempelajari dampak yag dapat ditimbulkan oleh TPA tersebut menurut rencana yang telah ada. Hal ini sebenarnya kurang memuaskan, akan tetapi masih lebih baik daripada sama sekali tidak dilakukan AMDAL. Banyak pengalaman menunjukkan hasil AMDAL masih banyak berguna untuk meninggikan kegunaan proyek dengan mengurangi dampak negatif dan memperbesar dampak positifnya.

  1. Sebuah pabrik tekstil tetah dinyatakan lolos dokumen AMDALnya dan pada akhirnya telah memperoleh ijin usaha tetap. Namun 5 tahun sejak pertama kali beroperasi, warga sekitar mengeluhkan air limbah pabrik tersebut yang mencemari sumur warga. Hasil pemantauan sampel air limbah oleh Bapedalda setempat juga menyatakan bahwa air limbah pabrik tersebut melebihi ambang batas baku mutu.

(a). Menurut Anda, dalam hal ini siapakah yang ’bersalah’? Apakah komisi penilai AMDAL, pemberi ijin, ataukah pemrakarsa/pemilik perusahaan?

(b). Mungkinkah mencabut ijin usaha perusahaan tersebut? Bagaimana mekanismenya?

  1. Buatlah analisa tentang masalah rencana pendirian pabrik baru PT Semen Gresik di Kabupaten Pati Jawa Tengah yang belakangan ini sering diberitakan!

Sumber literatur :

Buku Analisis Dampak Lingkungan oleh Otto Soemarwoto. UGM Press

Buku Hukum Lingkungan Dalam Sistem Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia oleh Prof. Dr. M. Daud Silalahi, S.H.

KETENTUAN :

Jawaban harus Anda buat dalam bentuk file MS. Word 2003 dengan filename AMDAL_rombel_1_NIM_NAMA atau AMDAL_rombel_2_NIM_NAMA atau AMDAL_rombel_3_NIM_NAMA atau AMDAL_rombel_4_NIM_NAMA atau AMDAL_rombel_5_NIM_NAMA (sesuaikan dengan rombel Anda)

Jawaban Anda ketik dengan font Arial 12, spasi 1,5. Tidak kurang dari 10 halaman.

Jawablah pertanyaan dengan mencantumkan sumber literatur yang Anda gunakan!

Kirimkan hasil pengerjaan tugas Anda dengan e-mail ber-attachment ke arumsiwi@staff.unnes.ac.id dengan subject sama dengan filename

Sistem message-filter telah diterapkan. Pengiriman jawaban yang tidak sesuai ketentuan tidak akan terproses

Dua atau lebih mahasiswa dengan hasil jawaban persis sama akan dianggap copy-paste dan nilainya akan dibagi dengan angka pembagi sejumlah mahasiswa yang jawabannya persis sama tersebut

Hasil pengerjaan tugas dianggap sah apabila diterima sebelum 4 April 2009 jam 20.00 WIB.

SELAMAT MENGERJAKAN

1 Comment

Filed under amdal