PKM GT

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dengan berkurangnya lahan pertanian, petani Indonesia berupaya menanam tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satun tanaman yang nilai ekonomisnya tinggi adalah tanaman cabai, baik cabai rawit, cabai merah besar, cabai merah keriting maupun paprika. Masing-masing tanaman tersebut memiliki keistimewaan khusus sehingga selalu dicari masyarakat.

Pada saat musim panen raya buah cabai banyak ditemukan di pasaran dengan harga yang relative murah. Karena buah cabai termasuk bahan makanan yang mudah busuk, maka untuk mengawetkannya sering dibuat cabai kering dan saus cabai. Selain itu untuk mengawetkan dan meningkatkan nilai ekonomisnya, cabai biasa dibuat bentuk manisan.

Manisan merupakan salah satu bentuk pangan olahan yang dibuat dengan proses penggulaan dengan kadar gula yang tinggi. Dengan kadar gula yang tinggi, manisan dapat disimpan dalam jangka waktu yang relative lama.

Pembuatan manisan merupakan salah satu alternative untuk memperpanjang daya simpan pangan. Dengan demikian pembuatan manisan cabai dapat memperpanjang umur cabai, menyelamatkan panen dan menambah khasanah pengawetan cabai.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dirumuskan masalah sebagai berikut : “upaya apa yang dapat meningkatkan dilakukan untuk meningatkan nilai ekonomis dari cabai merah?”

C. Tujuan

Tujuan dalam pembuatan gagasan tulis ini yaitu untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomis dari cabai merah.

D. Manfaat

Manfaat dari pembuatan gagasan tulis ini yaitu memberikan solusi bagi produsen produk cabai untuk meningkatkan nilai ekonomis dari cabai merah dengan membuatnya menjadi bentuk manisan kering.

BAB II

TELAAH PUSTAKA

A. Tinjauan tentang manisan

Manisan adalah produk yang dibuat dari buah segar dengan penambahan gula dan dikeringkan dengan atau tanpa perlakuan pendahuluan. Manisan kering adalah manisan yang setelah direndam air gula pekat yang dikeringkan dibawah sinar matahari atau menggunakan oven pengering. Produk manisan merupakan usaha untuk menurunkan kandungan air, dengan demikian diharapkan dapat memperpanjang daya tahan simpan dengan menekan pertumbuhan mikroorganisme pencemar atau perusak.

1. Bahan manisan

Adapun bahan yang diperlukan dalam pembuatan manisan yaitu:

a. Bahan baku

Bahan baku merupakan bahan dasar yang menjadi unsur pokok dalam pembuatan manisan kering. Bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan manisan kering adalah buah-buahan atau tumbuh-tumbuhan dan gula pasir.

Prinsip dasar pembuatan manisan dari buah-buahan atau bagian tumbuh-tumbuhan yaitu sebagai berikut, buah melalui proses penggulaan baik secara perendaman maupun pelumuran dengan gula sehingga secara perlahan guola akan meresap, dengan demikian kadar gula dalam jaringan buah cukup tinggi sehingga dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembusuk.

Gula mutlak diperlukan untuk membuat manisan, gula berfungsi sebagai pemanis dan pengawet, konsentrasi gula tidak kurang dari 65%. Prinsip dasar pemakaian gula dalam pembuatan manisan buah adalah dalam bentuk larutan gula yang dibuat dengan mencampurkan gula pasir dengan air dalam kadar tertentu.

Penggunaan larutan garam bertujuan untuk mengurangi asam pada buah, mencegah terjadinya reaksi browning pada buah dan untuk membunuh bakteri tertentu. Pemakaian garam dapat digunakan cara perendaman dalam larutan garam, pemberian langsung kemudian diaduk atau dengan pelumuran.

b. Bahan tambahan

Bahan tambahan yang dikonsumsi sebaiknya mempunyai mutu yang dapat dipertanggungjawabkan, menyehatkan dan aman. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu bahan makanan digunakan bahan tambahan. Bahan tambahan yang digunakan dalam pembuatan manisan adalah asam sitrat.

Asam sitrat dipakai sebagai bahan tambahan makanan yang dapat mengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan.

Tujuan penambahan bahan makanan ini adalah untuk memperbaiki dan mempertahankan keasaman makanan sehingga mempunyai rasa yang diinginkan atau meningkatkan kestablan makanan.

c. Bahan perendam

Kapur sirih diperlukan dalam pembuatan manisan terutama dalam proses perendaman. Jumlah kapur yang digunakan lebih kurang 2 sendok teh per liter air.

2. Alat yang digunakan dalam pembuatan manisan

Peralatan yang digunakan dalam pembuatan manisan cukup sederhana, peralatan untuk membuat manisan terdiri dari :

a. Alat persiapan

· Alat ukur à Alat ukur digunakan untuk mengukur bahan-bahan yang akan dibuat manisan

· Baskom à merendam bahan kedalam larutan gula, untuk merendam bahan gula kedalam larutan garam dan untuk merendam bahan kedalam larutan kapur sirih.

· Pisau.

· Saringan à untuk meniriskan bahan.

b. Alat pengolahan

· Kompor à untuk memanaskan larutan gula.

· Panci àwadah larutan gula pada saat dipanaskan.

· Sendok kayu à mengaduk larutan gula pada saat dipanaskan.

· Tampah à tempat menjemur manisan.

c. Alat pengemas

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih oengemas adalah segi keamanan, kesesuaian dalam penggunaan, faktor ekonomi dan kepraktisan dalam penggunaan. Pengemasan yang cocok untuk produk manisan adalah kemasan kaleng, toples, kaca dan plastik.

3. Proses pembuatan manisan kering

Proses pembuatan manisan secara umum adalah sebagai berikut :

a. Pengupasan buah yang akan dijadikan manisan.

b. Perendaman

Setelah dikupas kulitnya, buah yang akan dijadkan manisan dapat direndam dalam larutan garam konsentrasi kurang dari 10% selama 1 jam sampai lebih dari 1 hari. Tujuan untuk mengurangi rasa pahit atau asam dari bahan baku manisan.

c. Pengirisan atau pembentukan

Pengrisan bertujuan untuk memperkecil bahan baku manisan sehingga mempercepat peresapan gula kedalam bahan baku manisan dan membuat bentuk buah agar lebih menarik.

d. Perendaman dalam larutan kapur

Tujuan perendaman dalam larutan kapur adalah untuk memperkuat tekstur bahan baku manisan. Selama perendaman terjadi reaksi antara kalsium dengan pektin yang terdapat pada dinding sel jaringan bahan. Lamanya perendaman dapat berlangsng selama beberapa jam sampai 12 jam.

e. Pembilasan

Wadah untuk melakukan pembilasan sebaiknya wadah yang berlubang-lubang seperti bakul atau saringan.

f. Pengeringan

Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan oven atau dijemur dibaeah sinar matahari. Selama pengeringan, manisan dapat ditaburi gula pasir beberapa kali sampai merata. Lama pengeringan berkisar 3-5 hari tergentung pada keadaan cuaca.

g. Pengemasan.

Bahan pengemasan untuk manisan umumnya adalah kaleng, plastik atau gelas. Penyimpanan manisan juga dapat dilakukan dengan menggunakan toples.

B. Tinjauan tentang cabai

Tanaman cabai mengandung gizi yang cukup tinggi, terutana vitamin A dan vitamin C. Kandungan minyak atsiri sangat tinggi khususnya yang menyebabkan rasa pedas yang disebut capsaicin.

Cabai merupakan salah satu tanaman yang bilai ekonomisnya cukup tinggi baik cabai rawit, cabai merah basar, cabai merah keriting maupun paprika yang masing-masing mempunyai keistimewaan.

Masalah yang dihadapi dalam budidaya tanaman cabai diantaranya adalah mutu cabai yang disebabkan oleh seleksi benih yang kurang baik dan teknik budidaya yang belum sempurna diterapkan.

Buah cabai sudah dapat dipanen setelah umur 90-100 hari dilapangan. Buah cabai dapat dipanen dua atau tiga kali seminggu. Tanaman cabai akan menghasilkan buah terus-menerus selama 6 bulan, khususnya cabai merah besar, cabai merah keriting dan paprika.

Cabai dapat disimpan segar sampai dua minggu pada suhu 70C-100C dan kelembaban udara 95%. Sebaliknya, pada suhu tinggi dan kelembaban yang rendah buah cabai akan cepat kehilangan lengas, sehingga menjadi lembek dan keriput.

Untuk penyimpanan jangka panjang dan menyelamatkan hasil panen yang berlebihan, maka untuk mengawetkannya sering dibuat cabai kering, cabai bubuk ataupu saus cabai. Selain itu, untuk memperpanjang daya simpan dan menambah nilai ekonomisnya cabai dapat dibuat sebagai manisan kering

C. Kemungkinan cabai merah digunakan sebagai bahan asar manisan

Cabai merah merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. dalam pembuatan manisan digunakan bahan baku cabai merah dengan tujuan untuk menyelamatkan hasil panen yang melimpah, agar cabai tidak mudah busuk, meningkatkan nilai ekonomis serta menambah khasanah dalam pengawetan cabai.

Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan manisan adalah buah cabai merah besar. Ciri-ciri dari buah cabai merah besar adalah bentuk buah pendek sampai panjang dengan bagian ujungnya tumpul dan bulat. Rasa buah kurang pedas, agak manis dan kulit relatif tebal.

Manisan cabai merupakan salah satu bentuk pangan olahan yang dibuat dengan proses penggulaan dengan kadar gula yang tinggi. pembuatan manisan cabai merupakan salah satu alternatif memperpanjang masa simpan pangan.

D. Proses Pembuatan Manisan Cabai

Menentukan komposisi bahan manisan cabai

Komposisi bahan yang diperlukan antara lain :

· Cabai merah 500 g

· Gula pasir 750 g

· Garam 5 g

· Kapur sirih 5 g

· Asam sitrat 5 g

Proses pembuatan

a. Tahap persiapan

· persiapan alat

menyiapkan peralatan yang akan digunakan dalam pembuatan manisan cabai merah yaitu : timbangan, wadah, saringan, panci, sendok kayu, psau dan tampah, dikondisikan dalam keadaan bersih dan kering.

· persiapan bahan

bahan yang perlu dipesiapkan adalah cabai merah besar, gula pasir, kapur sirih, garam dan asam sitrat. Sebelum tahap pengolahan, cabai merah terlebih dahulu dikeluarkan isinya, kemudian dicuci, ditiriskan dan ditimbang sesuai kebutuhan.

b. Tahap pelaksaan

Tahap pelaksanaan merupakan tahap dala proses pembuatan manisan melalui perendaman dalam larutan kapur sirih dan larutan gula.

Perendaman dalam larutan kapur (12 jam)

Pencucian (ditiriskan)

Ditaburi gula (tahap I 24 jam)

Cabai diletakkan pada wadah

Cabai ditiriskan

Larutan gula dipanaskan (±10 menit)

Kemudian didinginkan

Perendaman dalam larutan gula (tahap II 24 jam)

Cabai ditiriskan

Larutan gula dipanaskan ± 10 menit

(ditambahkan gula, garam dan asam sitrat)

Perendaman dalam larutan gula ( tahap III 24 jam)

Ditiriskan

c. Tahap penyelesaian

Pengeringan (dijemur di bawah sinar matahari ± 1 minggu) à Pengemasan

BAB III

METODE PENULISAN

A. Teknik Pengumpulan Data

Data diperoleh dari observasi dan studi pustaka dari berbagai literatur. Studi pustaka digunakan sebagai alat analisis data yang telah diperoleh di lapangan untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomis dari buah cabai merah.

B. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data pada penulisan gagasan tulis ini melalui tahap-tahap penulisan yang sistematis, komprehensif dan tersruktur. Adapun tahapan penulisan gagasan tulis ini adalah 1). Menentukan tema dan topik penulisan, 2). Merumuskan masalah dan tujuan, 3). Mengumpulkan sumber-sumber dan verifikasi data, 4). Interpretasi data, meliputi analisis dan sintesis, 5). Merumuskan alternatif pemecahan masalah, 6). Menarik simpulan dan merumuskan saran, 7). Menyusun gagasan tulis.

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Analisis

Berdasarkan telaah pustaka di atas maka dapat dianalisis bahwa permasalahan yang timbul adalah dalam budidaya tanaman diantaranya menurunnya mutu cabai yang disebabkan oleh seleksi benih yang kurang baik dan teknik budidaya yang belum sepenuhnya diterapkan.

Berkurangnya lahan pertanian, petani Indonesia berupaya menanam tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yang salah satuny adalah tanaman cabai.

Pada saat musim panen raya buah cabai banyak ditemukan di pasaran dengan harga yang relative murah. Karena buah cabai termasuk bahan makanan yang mudah busuk, maka untuk mengawetkannya sering dibuat cabai kering dan saus cabai. Selain itu untuk mengawetkan dan meningkatkan nilai ekonomisnya, cabai biasa dibuat bentuk manisan.

B. Sintesis

Berdasarkan analisis permasalahan di atas maka diperlukan alternatif pemecahan masalah. Penulis memberikan gagasan kreatif untuk memecahkan masalah tersebut dengan upaya pemanfaatan cabai sebagai manisan kering untuk meningkatkan nilai ekonomis dari buah cabai merah. manisan merupakan salah satu alternative untuk memperpanjang daya simpan pangan. Dengan demikian pembuatan manisan cabai dapat memperpanjang umur cabai, menyelamatkan panen dan menambah khasanah pengawetan cabai.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian di atas makan dapat disimpulkan bahwa cabai merah merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. dalam pembuatan manisan digunakan bahan baku cabai merah dengan tujuan untuk menyelamatkan hasil panen yang melimpah, agar cabai tidak mudah busuk, meningkatkan nilai ekonomis serta menambah khasanah dalam pengawetan cabai.

B. Saran

Penulis menyarankan agar dalam pembuatan manisan cabai, pemberian gula sebaiknya sebanyak 150% untuk mencegah pertumbuhan bakteri, ragi dan kapang. Selain itu juga untuk mengurangi rasa pedas pada cabai.

DAFTAR PUSTAKA

Fachrudin, Lisdiana. 1998. Membuat Aneka Manisan. Yogyakarta:Kanisius

Poerwadarminta, W.J.S. 1986. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Soetanto, Edy. 1996. Manisan Buah-Buahan 1. Yogyakarta : Kanisius

Sunarnoyo, Hendro. 2003. Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta : Penebar Swadaya

________. 2003. Budidaya Cabe Merah. Bandung : Sinar Baru Algensindo

Sutresna, Nana. 2002. Kimia Untuk SMU kelas II. Bandung : Grafindo Media Pratama

Tjahjadi, Nur. 1991. Bertaman Cabai. Yogyakarta : Kanisius


2. DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : Kholifah

Tempat,Tanggal Lahir : Kudus, 30 Mei 1988

Alamat : Ds. Ploso, RT 03 RW 04

Kudus

Agama : Islam

Usia : 20 tahun

No. HP : 085641019050

Riwayat Pendidikan

SD : SD Negeri 2 Ploso

Lulus tahun : 2000

SMP : SMP N 1 Jati

Lulus tahun : 2003

SMA : SMA N 1 Bae

Lulus tahun : 2006

Karya ilmiah yang pernah dibuat :

· Pembuatan Sirup Terung Ungu Sebagai Alternatif Minuman Sehat Dan Peluang Usaha Baru

· Pembuatan sosis ikan teri sebagai alternatif jajanan sehat

Nama : Sri Endah

Tempat, Tanggal lahir : Pati, 2 Agustus 1988

Alamat : Desa Mulyoharjo RT. 03, RW.02 Kec.Pati Kab. Pati

Agama : Islam

Usia : 20 tahun

No. HP : 085225116499

Riwayat Pendidikan

SD : SD Negeri 01 Mulyoharjo

Lulus tahun : 2000

SMP : SMP N 7 Pati

Lulus tahun : 2003

SMA : SMA N 3 Pati

Lulus tahun : 2006

Karya ilmiah yang pernah di buat : Pembuatan sirup terung ungu sebagai alternatif minuman untuk kesehatan

Nama : Susiani Wulandari

Tempat, Tanggal lahir : Kudus, 20 juni1988

Alamat : Desa Temulus RT. 04, RW. 03

Agama : Islam

Usia : 20 tahun

No. HP : 085740065320

Riwayat Pendidikan

SD : SD Negeri 5 Temulus

Lulus tahun : 2000

SMP : SMP 2 Mejobo

Lulus tahun : 2003

SMA : SMA 1 Mejobo

Lulus tahun : 2006

Leave a comment

Filed under TUGAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s